Bagikan ke yang Lain

Kunjungi Stasi Mbani dan Boafeo,

Pemo Ende — Di tengah situasi sulit gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, melakukan perjumpaan dengan umat di wilayah pelosok Stasi Santo Petrus Mbani dan Stasi Santo Fransiskus dari Assisi Boafeo, yang merupakan bagian dari Paroki St. Yohanes Maria Vianney Pemo, Kamis (20/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi umat yang berada pada kondisi wilayah yang sulit dijangkau, Kehadiran Uskup Agung Ende tidak sekadar sebagai kunjungan pastoral, tetapi juga menjadi tanda perhatian, kasih dan solidaritas Gereja kepada umat yang sedang menghadapi situasi sulit akibat gempa bumi yang sedang terjadi saat ini.

Menjumpai Umat di Tenda Darurat

Titik pertama kunjungan Mgr. Paulus Budi Kleden berlangsung di Lapangan Mbani, tempat umat Stasi Santo Petrus Mbani berkumpul dan bertahan di tenda-tenda darurat.

Di tengah kondisi tersebut, Uskup Agung Ende berkesempatan bertemu langsung dengan umat, melihat kondisi mereka, serta mendengarkan berbagai kebutuhan yang dihadapi disaat gempa.Dari pantauan Komunikasi Sosial (Komsos) Stasi Mbani, Mgr. Paulus Budi Kleden menanyakan secara langsung mengenai kondisi bangunan, persediaan makanan, serta keadaan kesehatan umat di wilayah tersebut.

Perhatian Uskup juga menyentuh kelompok paling rentan, termasuk anak-anak dan bayi yang berada di dalam tenda pengungsian.Dalam kunjungan itu, Uskup berkesempatan menemui seorang bayi bernama Esterlina Graziela Ndasa, anak dari Ronaldo Fransisco Regi dan Sabina Rendo, yang berada di dalam tenda darurat.

Kehadiran Uskup di tengah keluarga tersebut menjadi gambaran nyata perhatian dan kasih seorang gembala kepada umatnya, bahkan sampai menjangkau mereka yang berada dalam kondisi paling sederhana dan terbatas.

“Jangan Panik dan Takut, Kita Harus Mengandalkan Tuhan”

Di tengah situasi gempa yang masih menimbulkan kekhawatiran, Mgr. Paulus Budi Kleden menyampaikan pesan penguatan kepada umat.

Umat diajak untuk tidak larut dalam ketakutan dan kepanikan. Dalam situasi sulit sekalipun, umat diminta tetap menaruh harapan dan mengandalkan Tuhan.

“Jangan panik dan takut. Kita harus mengandalkan Tuhan walaupun dalam kesulitan,” demikian pesan penguatan Uskup Agung Ende kepada umat.

Pesan tersebut menjadi peneguhan bagi umat yang masih berhadapan dengan ketidakpastian, terutama mereka yang rumah atau fasilitas tempat tinggalnya terdampak gempa dan harus menjalani aktivitas sehari-hari dalam kondisi darurat.

Menjangkau Umat di Wilayah Terpencil

Kunjungan Mgr. Paulus Budi Kleden ke Mbani dan Boafeo juga memperlihatkan perhatian Gereja terhadap umat yang berada di wilayah-wilayah terjauh.

Namun, dengan situasi yang masih sedang terjadi tidak menghalangi Uskup Agung Ende untuk hadir dan menjumpai umat secara langsung.

Kehadiran seorang gembala di tengah umat yang sedang mengalami kesulitan memberikan makna tersendiri. Umat tidak hanya membutuhkan bantuan secara material, tetapi juga membutuhkan kehadiran, perhatian, doa dan penguatan iman.

Dari Mbani, perjalanan pastoral kemudian dilanjutkan menuju Stasi Santo Fransiskus dari Assisi Boafeo.

Umat Boafeo Sambut dengan Sukacita

Setibanya di Boafeo, Mgr. Paulus Budi Kleden disambut umat dengan penuh sukacita.Dalam perjumpaan tersebut, Uskup kembali memberikan penguatan kepada umat yang sedang menghadapi dampak gempa bumi Flores.

Kehadiran Uskup menjadi tanda bahwa umat di wilayah pelosok tetap menjadi bagian penting dari kehidupan Gereja. Jarak dan kondisi geografis tidak menjadi alasan untuk mengabaikan kehidupan dan pergumulan umat.

Kunjungan tersebut sekaligus memperkuat semangat kebersamaan umat Paroki St. Yohanes Maria Vianney Pemo dalam menghadapi masa-masa sulit.

Pastor Paroki: Kehadiran Uskup Menjadi Peneguhan bagi Semua Umat

Pastor Paroki St. Yohanes Maria Vianney Pemo RD.Ferdinandus Nay Ngebu melalui grup komunikasi paroki menyampaikan bahwa kehadiran Uskup Agung Ende di tengah umat diharapkan memberikan kekuatan bagi seluruh umat paroki.

“Selamat sore semua. Semoga kehadiran Bapa Uskup memberi peneguhan dan kekuatan untuk semua kita dalam masa-masa sulit ini, bukan hanya di stasi-stasi yang tadi disinggahi Bapa Uskup, tetapi untuk semua umat paroki kita.”

Pastor Paroki juga menyampaikan permohonan maaf karena kunjungan Uskup berlangsung secara langsung dan tidak sempat diinformasikan sebelumnya kepada Dewan Pastoral Paroki (DPP), para ketua stasi maupun umat di beberapa wilayah.

Secara khusus, permohonan maaf juga disampaikan kepada umat dan pengurus Stasi Maranua, karena Bapa Uskup harus langsung menuju Orakeri sehingga tidak dapat melewati jalan Maranua sebagaimana sebelumnya telah dianjurkan.

Gereja Hadir di Tengah UmatKunjungan Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, ke Mbani dan Boafeo menjadi pesan kuat bahwa Gereja tidak hanya hadir ketika keadaan normal, tetapi juga hadir ketika umat menghadapi kesulitan.

Di tengah keterbatasan, tenda-tenda darurat dan kondisi geografis yang tidak mudah, kehadiran seorang gembala memberikan harapan baru bagi umat.

Kunjungan ini juga menjadi ajakan bagi seluruh umat Paroki St. Yohanes Maria Vianney Pemo untuk terus menjaga persaudaraan, saling membantu dan tetap kuat dalam iman.

Semoga tangan kasih Tuhan terus menjamah umat di wilayah Stasi Mbani, Boafeo dan seluruh wilayah Paroki St. Yohanes Maria Vianney Pemo, terutama mereka yang sedang menghadapi dampak gempa bumi.

Di tengah segala kesulitan, pesan Uskup Agung Ende menjadi pengingat bagi umat: jangan panik dan jangan takut.

Tetaplah mengandalkan Tuhan, sebab dalam setiap kesulitan, Tuhan tidak meninggalkan umat-Nya.

Tuhan Yesus Kristus memberkati dan menguatkan seluruh umat Paroki St. Yohanes Maria Vianney Pemo.

***Reporter: Yanto – Komsos Mbani

St.Yohanes Maria Vianney Pemo

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *