

Ende, Pemo- Marvinpemo| Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Pemo menggelar kegiatan Kursus Persiapan Perkawinan (KPP) bagi pasangan suami istri muda sebagai bagian dari tahap awal menuju penerimaan Sakramen Perkawinan dalam Gereja Katolik.
Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 25–27 Mei 2026 tersebut dilaksanakan di aula paroki dan diikuti oleh sebanyak 13 pasangan suami istri. Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan berbagai materi penting sebagai bekal membangun kehidupan keluarga kristiani.
Adapun materi yang diberikan meliputi doa, sharing Kitab Suci, migran dan perantauan, perkawinan sebagai sakramen, KBO dan KBA, pendidikan anak dalam keluarga, serta ekonomi rumah tangga.
Kegiatan KPP ini difasilitasi langsung oleh Seksi Paskel Paroki, yakni Marvin Pemo, dengan menghadirkan enam orang narasumber yang membawakan materi sesuai bidang masing-masing.
Dalam sambutan pembukaan kegiatan, Ketua DPP Paroki, Kornelis Wanda menegaskan bahwa Kursus Persiapan Perkawinan merupakan langkah awal yang sangat penting bagi pasangan muda sebelum dipersatukan dalam Sakramen Perkawinan.
Ia meminta agar para pasangan lebih fokus pada persiapan menerima Sakramen Perkawinan dibandingkan hanya mempersiapkan pesta, tenda, dekorasi, maupun hal-hal teknis lainnya.
“Persiapan perkawinan harus dilakukan secara matang supaya pasangan dapat memaknai hidup berumah tangga dengan sungguh-sungguh. Jangan hanya sibuk dengan urusan pesta, tetapi melupakan makna utama dari Sakramen Perkawinan itu sendiri,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan KPP ini agar setiap pasangan dapat saling mengenal, memahami pasangan masing-masing, memahami nilai-nilai kehidupan bersama, kehidupan sosial bermasyarakat, serta memahami kehidupan menggereja, khususnya di lingkungan Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Pemo.
Ketua DPP juga berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan KPP hingga selesai dan serius mendalami setiap materi yang diberikan para narasumber.
Menurutnya, berbagai materi yang diterima selama kegiatan akan menjadi bekal penting bagi pasangan muda dalam menghadapi tantangan kehidupan rumah tangga di masa mendatang.
“Ketika menghadapi berbagai ujian dalam kehidupan keluarga, pasangan suami istri diharapkan mampu memahami dan mengatasi tantangan tersebut dengan baik karena sudah dibekali melalui kegiatan KPP ini,” tambahnya.
Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias dan diharapkan mampu membantu para peserta mempersiapkan diri secara rohani, mental, dan sosial demi membangun keluarga Katolik yang harmonis, kokoh, dan bertanggung jawab.***
Ditulis oleh : Jhuan Mari/Komsos Marvin pemo





