

Ende Pemo — 29/08/2026, Menindaklanjuti Surat Keputusan Bapa Uskup yang telah disampaikan kepada umat, Paroki menyampaikan penjelasan terkait pelaksanaan penerimaan Sakramen Komuni Pertama dan Sakramen Perkawinan di beberapa stasi dalam situasi bencana yang sedang dihadapi.
Pihak Paroki dalam hal ini yang disampaikan RD.Ferdinandus Nay Ngebu menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan pastoral berkaitan dengan keputusan tersebut mengacu sepenuhnya pada isi Surat Keputusan Bapa Uskup.
“Saya menegaskan tidak ada penafsiran tambahan maupun penafsiran yang berbeda dari apa yang telah ditetapkan dalam keputusan tersebut”,Tegasnya..
Komuni Pertama di Beberapa Stasi Ditunda
Sehubungan dengan ketentuan dalam keputusan tersebut, penerimaan Sakramen Komuni Pertama di Stasi Boafeo, Stasi Mbani, dan Stasi Maranua ditunda sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.
Sementara itu, penerimaan Komuni Pertama di Stasi Wologai dan Stasi Pusat tetap dilaksanakan sesuai dengan tanggal yang telah ditetapkan, sampai terdapat perubahan atau pemberitahuan lebih lanjut dari pihak yang berwenang.
Umat, khususnya para calon penerima Komuni Pertama, anak-anak, orang tua, dan keluarga, diharapkan dapat memahami keputusan ini dengan penuh kesabaran dan pengertian.
Pelaksanaan Sakramen PerkawinanPenyesuaian juga berlaku bagi penerimaan Sakramen Perkawinan yang jadwal pelaksanaannya berada dalam rentang waktu sebagaimana ditetapkan dalam Surat Keputusan Bapa Uskup.
Para calon pasangan yang terdampak oleh ketentuan ini diharapkan mengikuti arahan dan ketentuan yang telah ditetapkan serta menunggu pemberitahuan lebih lanjut mengenai jadwal pelaksanaan selanjutnya.
Umat Diajak Menjaga Persatuan dan KomunikasiDalam situasi seperti ini, umat diajak untuk bersama-sama menjaga persaudaraan serta menyampaikan informasi secara baik, benar, dan tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda.
Paroki juga menyampaikan permohonan maaf atas penundaan dan perubahan jadwal yang terjadi. Keputusan ini diharapkan dapat diterima dengan penuh pengertian sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menghadapi situasi bencana.
Para orang tua, keluarga, pendamping, serta seluruh umat diharapkan membantu menjelaskan situasi ini kepada anak-anak dan calon pasangan yang akan menerima Sakramen Perkawinan dengan bahasa yang baik, tenang, dan penuh kasih.
Bersatu dalam Doa di Tengah Situasi Bencana
Di tengah situasi bencana yang sedang dialami masyarakat, umat Paroki diajak untuk semakin memperkuat persaudaraan dan bersatu dalam doa.
Doa dapat dilakukan secara pribadi maupun bersama dalam Kelompok Umat Basis (KUB), memohon agar situasi bencana ini segera berlalu dan masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan, kesehatan, keselamatan, serta pertolongan Tuhan.
Marilah kita tetap saling menguatkan, menjaga persatuan, dan menyerahkan seluruh pergumulan kita kepada penyelenggaraan Tuhan.
Salam dan doa.Tuhan memberkati dan menjaga kita semua.**** Tim Komsos paroki






