Bagikan ke yang Lain

Wologai, Ende — Di tengah situasi pascagempa yang masih menyisakan rasa takut dan kecemasan, anak-anak di Stasi St. Petrus Mbani Paroki St.Yohanes Maria Vianney Pemo mendapatkan pendampingan psikologis dari Tim Pendampingan Pascagempa STIPAR Ende. Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk memperoleh edukasi, berinteraksi, bermain, sekaligus membangun kembali rasa aman setelah mengalami bencana gempa.

Kegiatan sosialisasi dan pendampingan psikologis bagi anak-anak pascagempa tersebut berlangsung di Lapangan SDK Mbani pada Minggu 30 Agustus 2026

Berbagai materi edukatif disampaikan kepada anak-anak dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan mereka. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu anak-anak memahami rasa takut dan kecemasan yang mereka alami, sekaligus memberikan ruang yang menyenangkan agar mereka tidak terus larut dalam kepanikan akibat gempa.

RD. Dr. Fransiskus Z.M. Dei Dhae menyampaikan bahwa kegiatan dan pendampingan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak setelah mengalami bencana.

Menurutnya, anak-anak membutuhkan pendampingan agar rasa takut dan kepanikan yang muncul setelah gempa dapat perlahan dipulihkan. Kehadiran pendamping, orang tua, dan Gereja di tengah situasi tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman serta menguatkan anak-anak untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

“Pendampingan ini dimaksudkan untuk membantu memulihkan rasa takut dan panik anak-anak agar mereka tidak terlarut dalam kepanikan. Dalam situasi seperti ini, kita tetap diajak untuk mengandalkan Tuhan dan percaya bahwa kita tidak berjalan sendirian dalam menghadapi musibah ini.”

Bagi anak-anak, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi kesempatan untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk berkumpul dan merasakan kembali suasana kebersamaan. Kehadiran orang tua dalam kegiatan turut memberikan dukungan dan rasa aman bagi mereka.

Sementara itu, Ketua Stasi St. Petrus Mbani, Valen Doa, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Pendampingan Pascagempa STIPAR Ende, khususnya para mahasiswa yang telah hadir dan memberikan perhatian serta pendampingan kepada anak-anak.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Tim Pendampingan Pascagempa dari STIPAR Ende. Berbagai materi yang diberikan sangat memberikan edukasi kepada anak-anak. Semoga melalui pendampingan ini, anak-anak dapat memperoleh rasa nyaman, terhibur, dan kembali merasakan kebahagiaan, walaupun sampai saat ini masih diselimuti rasa takut karena gempa yang belum kunjung usai.”

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian dan solidaritas dalam proses pemulihan masyarakat pascagempa. Pemulihan tidak hanya menyangkut kebutuhan fisik, tetapi juga kondisi psikologis, terutama anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan setelah mengalami situasi bencana.

Melalui pendampingan yang dilakukan secara bersama-sama oleh Gereja, orang tua, lembaga pendidikan, dan STIPAR Ende, anak-anak diharapkan dapat secara perlahan memulihkan rasa aman, mengelola kecemasan, dan kembali menjalani aktivitas dengan penuh harapan.

Di tengah pengalaman bencana yang masih membekas, kebersamaan menjadi kekuatan. Anak-anak diajak untuk tetap berani, saling menguatkan, dan terutama tetap mengandalkan Tuhan dalam menghadapi setiap tantangan dan musibah.

Pendampingan ini menjadi pesan bahwa dalam situasi sulit sekalipun, anak-anak tidak berjalan sendirian. Ada keluarga, Gereja, lembaga pendidikan, dan masyarakat yang hadir untuk menemani mereka dalam proses pemulihan dan membangun kembali harapan.***

Kontributor : Yanto Komsos Mbani

Editor: JFM

St.Yohanes Maria Vianney Pemo

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *