


Moke Asa, 29 Mei 2026 – Umat TPAPT Komunio menggelar ziarah bersama di Gua Maria Mokeasa yang berlangsung dalam suasana penuh iman, persaudaraan, dan kebersamaan.
Kegiatan ini diikuti oleh umat dari berbagai wilayah TPAPT Komunio sebagai bentuk ungkapan syukur dan penguatan hidup rohani.
Ketua Panitia Ziarah TPAPT Komunio, Ferdinandus Singga, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh umat yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ziarah tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh umat yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti ziarah ini. Kehadiran bapak, mama, kaum muda, dan anak-anak menjadi bukti semangat kebersamaan dan persaudaraan yang terus hidup dalam TPAPT Komunio,” ungkap Ferdinandus.
Ia menjelaskan bahwa tujuan pelaksanaan ziarah ini adalah untuk mengajak seluruh umat se-TPAPT Komunio semakin mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa, refleksi, dan kebersamaan sebagai satu keluarga besar umat beriman.
Ketua panitia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh sponsor, donatur, dan panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan sehingga dapat berjalan dengan lancar dan sukses.


Sementara itu, Ketua TPAPT Komunio, RD. Chiko Sawi, menyampaikan ucapan profisiat kepada umat di paroki baru serta memberikan pesan mengenai pentingnya semangat pelayanan dalam kehidupan menggereja.
“Kalau kita ingin melayani dan berbuat baik, kita harus berani berkorban untuk sesama. Pengorbanan yang dilakukan dengan kasih akan menghasilkan kebaikan dan berkat bagi banyak orang,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, RD. Chiko Sawi juga mengumumkan bahwa pelaksanaan Ziarah TPAPT Komunio tahun 2027 akan diselenggarakan di Kombandaru.
Untuk pelayanan liturgi, koor dan mazmur akan ditanggung oleh umat dari Woronio.Menjelang akhir kegiatan, panitia kembali menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan ini, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan.
Ziarah TPAPT Komunio di Gua Maria Mokeasa menjadi momentum berharga untuk mempererat tali persaudaraan antarumat, memperdalam iman, serta menumbuhkan semangat pelayanan demi membangun Gereja yang semakin hidup, bersatu, dan penuh kasih.***
Ditulis oleh: Jhuan Mari





