Setia Pada Kristus Bersama Bunda Maria

Bagikan ke yang Lain

Rekoleksi Anggota Legio Maria dalam Semangat Hari Raya Kabar Sukacita

Ende, Wologai – Dalam semangat sukacita Hari Raya Kabar Sukacita yang dirayakan setiap tanggal 25 Maret, umat Allah secara khusus anggota Legio Maria di wilayah paroki St. Yohanes Maria Vianney Pemo diajak untuk kembali merenungkan panggilan iman mereka melalui kegiatan rekoleksi  iman yang mengangkat tema: “Setia pada Kristus bersama Bunda Maria.”

Rekoleksi ini menjadi momentum rohani yang mendalam bagi para anggota Legio Maria dari dua kuria yang hadir dengan penuh kerinduan untuk memperbarui iman dan kesetiaan mereka kepada Tuhan. Kegiatan ini didampingi oleh Pastor Paroki, RD. Perdinandus Nay Ngebu, dan frater  Krisantus Sandro Toke untuk menjadi fasilitator dalam membimbing jalannya rekoleksi.

Dalam suasana yang hening dan penuh rahmat, para peserta diajak untuk masuk lebih dalam ke dalam pengalaman iman, meneladani Bunda Maria yang dengan rendah hati berkata, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataan-Mu.” (Luk. 1:38). Tema rekoleksi ini tidak hanya menjadi bahan permenungan, tetapi sungguh dihidupi melalui kesaksian nyata dari para anggota.

Salah satu momen yang paling menyentuh dalam rekoleksi ini adalah sesi sharing iman yang di bombing Fr.Sandro di mana para anggota Legio Maria dengan terbuka membagikan pengalaman hidup mereka. Dalam kejujuran dan kerendahan hati, mereka mengungkapkan berbagai pergumulan yang dialami, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam perjalanan berorganisasi di Legio Maria.

Ada yang berbagi tentang pengalaman sakit yang begitu berat, namun melalui doa dan pengharapan kepada Tuhan, akhirnya mengalami kesembuhan. Ada pula yang menceritakan kehilangan orang yang sangat dicintai sebuah luka yang mendalam namun dalam iman, mereka memilih untuk tetap berdiri teguh dan tidak meninggalkan Tuhan. Justru dalam penderitaan itu, mereka semakin merasakan kehadiran kasih Allah yang menguatkan.

Kesaksian-kesaksian ini menjadi tanda nyata bahwa kesetiaan kepada Kristus bukanlah tanpa perjuangan. Kesetiaan lahir dari hati yang terus berpegang pada Tuhan, bahkan ketika hidup terasa gelap. Dan dalam perjalanan itu, Bunda Maria menjadi teladan sekaligus pendamping yang setia, yang selalu menuntun umat kepada Putranya.

Rekoleksi ini tidak hanya memperkaya pengetahuan iman, tetapi lebih dari itu, membangkitkan kesadaran umat akan pentingnya hidup setia dalam setiap situasi. Kesetiaan bukan hanya diwujudkan dalam hal-hal besar, tetapi dalam kesetiaan sehari-hari: dalam doa, pelayanan, kesabaran, dan ketekunan dalam menjalani kehidupan.

Sebagai penutup dari rangkaian rekoleksi, seluruh peserta diajak untuk masuk dalam suasana adorasi yang khusyuk di hadapan Sakramen Mahakudus. Dalam keheningan penyembahan, umat berlutut di hadapan Yesus yang hadir secara nyata dalam Ekaristi. Di sanalah setiap hati dipulihkan, dikuatkan, dan diteguhkan kembali dalam iman.

Adorasi menjadi puncak perjumpaan pribadi dengan Kristus, di mana setiap peserta menyerahkan seluruh hidupnya, segala suka dan dukake dalam tangan Tuhan. Dalam keheningan itu, umat belajar bahwa kesetiaan sejati hanya mungkin terjadi jika kita terus melekat pada Kristus.

Melalui rekoleksi ini, diharapkan seluruh anggota Legio Maria dan umat yang terlibat semakin disadarkan bahwa panggilan untuk setia adalah panggilan setiap orang beriman. Seperti Bunda Maria, umat diajak untuk berani berkata “ya” kepada Tuhan, dalam keadaan apa pun, dengan penuh iman dan kepercayaan.

Semoga semangat rekoleksi ini terus hidup dalam hati umat, sehingga dalam setiap langkah kehidupan, kita tetap setia berjalan bersama Kristus, dengan tuntunan kasih Bunda Maria.

Ditulis Oleh : Jhuan Mari

St.Yohanes Maria Vianney Pemo

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *