

Pemo, Ende, 17 Oktober 2026 — Rapat Pleno Perdana Paroki St. Yohanes Maria Vianney Pemo menjadi momentum penting bagi para fungsionaris pastoral untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja tahun 2026 sekaligus menyusun dan menetapkan program pelayanan pastoral tahun 2027.
Mengusung semangat “Bertolak ke Dalam untuk Mendapatkan Hasil yang Lebih Baik”, kegiatan ini menegaskan pentingnya kerja sama, evaluasi, dan kepedulian terhadap kehidupan umat.
Rapat pleno yang berlangsung di Lingkungan Sambirado, Pokangesu, wilayah Paroki St. Yohanes Maria Vianney Pemo, pada Sabtu (17/10/2026), dihadiri oleh pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP), Dewan Penasihat, fungsionaris pastoral tingkat stasi dan lingkungan, pengurus Kelompok Umat Basis (KUB), pemerintah desa, serta tokoh umat di wilayah paroki.
Ketua Lingkungan Sambirado, Rofinus Raki, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta. Ia mengajak para peserta mengikuti seluruh rangkaian rapat pleno dengan sungguh-sungguh hingga selesai agar setiap pembahasan dapat menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi kehidupan umat.
Evaluasi dan Penguatan Kerja Sama Pastoral
Ketua DPP Paroki St. Yohanes Maria Vianney Pemo, Kornelis Wanda, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pengurus serta fungsionaris pastoral atas keterlibatan mereka dalam menjalankan berbagai kegiatan sepanjang tahun 2026.
Ia menjelaskan bahwa rapat pleno memiliki tiga tujuan utama, yakni mengevaluasi pelaksanaan program kerja tahun 2026, menyusun dan menetapkan program kerja tahun 2027, serta memperkuat sinergi dan kerja sama di antara seluruh fungsionaris pastoral.
Menurutnya, evaluasi tidak hanya berfokus pada sejauh mana program yang telah direncanakan berhasil dilaksanakan, tetapi juga pada bagaimana program tersebut menjawab kebutuhan nyata umat.
“Kita perlu lebih melihat kehidupan umat kita. Karena itu, kita harus memperkuat sinergi di antara seluruh pengurus dan fungsionaris pastoral agar pelayanan yang kita jalankan sungguh-sungguh menyentuh kebutuhan umat,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.
Kornelis juga memberikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak dalam menyukseskan sejumlah kegiatan besar selama tahun 2026, antara lain kegiatan Pentakosta bersama, peresmian paroki, ziarah TPAPT, serta persiapan dan pelaksanaan berbagai kegiatan gerejawi lainnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan tersebut bukanlah hasil kerja satu atau dua orang, melainkan buah dari kebersamaan dan keterlibatan seluruh unsur pastoral.
Karena itu, ia mengajak seluruh fungsionaris pastoral untuk terus menjaga semangat pelayanan, membangun kerja sama, dan saling mendukung dalam melayani umat.
Pastor Paroki: Evaluasi sebagai Tahapan Penting Kehidupan Menggereja


Pastor Paroki St. Yohanes Maria Vianney Pemo, RD. Ferdinandus Nay Ngebu, menegaskan bahwa rapat pleno merupakan tahapan penting dalam kehidupan menggereja, khususnya untuk mengevaluasi seluruh proses pelayanan yang telah dijalankan dan menentukan arah pelayanan selanjutnya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh umat dan para fungsionaris pastoral yang telah mengambil bagian dalam melaksanakan program-program yang direncanakan bersama.
Menurutnya, evaluasi harus menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan pelayanan, mengenali berbagai persoalan yang dihadapi umat, serta menemukan langkah-langkah perbaikan yang dapat dilakukan secara bersama-sama.
Pastor Ferdinandus mengajak seluruh peserta mengikuti setiap tahapan rapat pleno dengan serius dan penuh tanggung jawab.
Ia juga mendorong peserta untuk terbuka dalam membahas situasi kehidupan umat serta berbagai persoalan pastoral yang dihadapi di tingkat paroki, stasi, lingkungan, dan KUB.
Rapat pleno tersebut secara resmi dibuka oleh Pastor Ferdinandus dalam suasana penuh sukacita. Ia berharap seluruh proses pembahasan berlangsung secara konstruktif sehingga menghasilkan program kerja yang realistis, sesuai kebutuhan umat, dan dapat dilaksanakan dengan semangat pelayanan.
Rapat pleno ini memiliki arti tersendiri karena menjadi rapat pleno perdana setelah Paroki St. Yohanes Maria Vianney Pemo beralih dari status kuasi paroki menjadi paroki.
Perubahan status tersebut membawa tanggung jawab yang lebih besar bagi seluruh unsur pastoral untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan koordinasi, dan memastikan pelayanan gereja berjalan semakin terarah.
Melalui rapat pleno ini, seluruh peserta diharapkan tidak hanya menghasilkan daftar program kerja untuk tahun 2027, tetapi juga membangun komitmen bersama dalam menjawab kebutuhan rohani dan sosial umat.
Semangat “Bertolak ke Dalam untuk Mendapatkan Hasil yang Lebih Baik” menjadi ajakan bagi seluruh fungsionaris pastoral untuk berani mengevaluasi diri, memperbaiki kekurangan, memperkuat persaudaraan, serta menempatkan pelayanan umat sebagai prioritas utama.
Dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab, Paroki St. Yohanes Maria Vianney Pemo diharapkan semakin bertumbuh sebagai komunitas iman yang solid, partisipatif, dan mampu menghadirkan pelayanan yang nyata bagi seluruh umat.
Ditulis oleh : Jhuan Mari/ Komsos Paroki





