


Ende Pemo, 19 April 2026 — Suasana penuh sukacita dan haru menyelimuti umat dalam Perayaan Ekaristi peresmian Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Pemo. Momen bersejarah ini menandai perjalanan panjang iman umat yang kini berbuah pada penetapan sebagai paroki definitif.
Dalam sambutannya, Ketua DPP, Kornelis Wanda, menegaskan bahwa peresmian ini bukan sekadar perubahan status administratif. “Peresmian paroki ini adalah simbol kedewasaan iman dan kebersamaan kita sebagai umat Allah,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa paroki ini menjadi “rumah bersama” tempat umat bertumbuh dalam iman, melayani sesama, dan menjadi saksi Tuhan di tengah masyarakat.
Kornelis juga mengajak seluruh umat untuk merefleksikan perjalanan panjang yang telah dilalui. Ia mengenang masa-masa awal perjuangan ketika kegiatan iman dijalankan dengan keterbatasan, hanya bermodalkan lentera dan senter. Dengan semangat kebersamaan dalam Komunitas Umat Basis (KUB) dan lingkungan, perjuangan itu perlahan membawa perubahan hingga akhirnya mencapai titik bersejarah ini.



Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan terima kasih kepada Uskup Agung Ende yang telah meresmikan paroki ini, serta kepada para imam yang setia mendampingi umat sejak masa titik pelayanan, kuasi paroki, hingga kini menjadi paroki definitif. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada para pendahulu yang telah meletakkan dasar iman dan memperjuangkan berdirinya gereja. Secara khusus, apresiasi diberikan kepada Amros Resi yang telah menyediakan lokasi pembangunan gedung gereja.
Selain itu dalam sambutan, Uskup Agung Ende Mgr.Paulus Budi Kleden,SVD menekankan pentingnya kerja sama dalam kehidupan menggereja. Ia menyampaikan bahwa hanya dengan kebersamaan dan sikap saling mendengarkan, umat dapat menemukan jalan terbaik bagi perkembangan paroki. “Kerja sama menuntun kita untuk saling mendengarkan dan mencari yang terbaik bagi umat,” pesannya.
Uskup juga mengajak seluruh fungsionaris pastoral untuk terus memperkuat sinergi dalam pelayanan. Ia menegaskan bahwa pelindung paroki, Santo Yohanes Maria Vianney, merupakan teladan imam yang sederhana dan penuh dedikasi dalam melayani umat. Spiritualitas santo pelindung ini diharapkan menjadi inspirasi bagi para imam dan seluruh umat dalam membangun kehidupan iman yang kokoh.
Lebih lanjut, Uskup mengharapkan agar umat Paroki Pemo senantiasa mendukung karya para imam serta berani mengutus generasi muda untuk menjawab panggilan menjadi imam. Hal ini dinilai penting demi keberlanjutan pelayanan Gereja di masa depan. Perayaan Ekaristi ini tidak hanya menjadi tanda peresmian sebuah paroki, tetapi juga momentum untuk memperbarui komitmen iman umat. Dengan semangat persatuan dan pelayanan, Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Pemo diharapkan terus bertumbuh menjadi komunitas yang hidup, berakar dalam iman, dan berbuah dalam kasih persaudaraan. *** Jhuan Mari





