



Ende, Pemo – Minggu, 22 Maret 2026 Semangat persatuan dan pertumbuhan iman umat Katolik di wilayah Kevikepan Ende semakin nyata dengan dilaksanakannya launching penetapan Kuasi Paroki St. Yohanes Maria Vianney Pemo, Minggu (22/3/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Vikaris Episkopal (Vikep) Ende, RD. Frederikus B. Wea Dopo, yang sekaligus menandai dimulainya proses penetapan paroki tersebut. Proses launching ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol resmi dimulainya perjalanan menuju paroki definitif.
Kuasi Paroki St. Yohanes Maria Vianney Pemo merupakan hasil penyatuan tiga wilayah paroki, yakni Paroki Ratesuba, Paroki Wolotolo, dan Paroki Kombandaru. Penyatuan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat persekutuan umat serta meningkatkan pelayanan pastoral di wilayah tersebut.
Dengan jumlah umat mencapai 1.018 Kepala Keluarga (KK), kuasi paroki ini dinilai memiliki potensi besar dalam mengembangkan kehidupan menggereja, baik dalam bidang pastoral, sosial, maupun kemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Romo Vikep menegaskan bahwa pendefinitifan paroki bukan sekadar perubahan status administratif, tetapi merupakan panggilan untuk membangun iman umat yang lebih dewasa dan mandiri.
“Persatuan ini adalah kekuatan. Dari tiga wilayah yang berbeda, kini menjadi satu keluarga Allah yang dipanggil untuk saling menguatkan dan bertumbuh bersama,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Romo Vikep mengajak seluruh umat untuk menjaga semangat kebersamaan serta aktif terlibat dalam kehidupan menggereja. Menurut Vikep, keberhasilan sebuah paroki tidak hanya diukur dari jumlah umat, tetapi dari kualitas iman dan keterlibatan umat dalam pelayanan.
Mengambil pelindung Santo Yohanes Maria Vianney, Kuasi paroki ini diharapkan mampu meneladani kesederhanaan, kerendahan hati, dan ketekunan dalam pelayanan seperti yang ditunjukkan oleh Santo Yohanes Maria Vianney.
Semangat itu menjadi dasar dalam membangun komunitas yang inklusif, solider, dan militan dalam iman. Penyatuan 1.018 KK tidak hanya menjadi angka statistik, tetapi menjadi kekuatan nyata dalam menghadirkan Gereja yang hidup di tengah masyarakat.
Salah satu umat yang hadir menyampaikan harapannya agar momentum ini menjadi awal baru bagi pertumbuhan iman bersama. “Kami percaya, dengan persatuan ini, Tuhan akan memberkati perjalanan paroki ini ke depan,” ujarnya.
Kegiatan launching ini juga menjadi bagian dari rangkaian pertemuan pendefinitifan paroki yang akan terus berlanjut dalam waktu mendatang, hingga Kuasi Paroki St. Yohanes Maria Vianney Pemo resmi menjadi paroki definitif.
Dengan semangat “di mana ada persatuan, di sana Tuhan mencurahkan berkat,” umat diharapkan terus menjaga kebersamaan dan menjadi garam serta terang di tengah kehidupan masyarakat.***
Oleh:Tim Komsos
