Konsolidasi Liturgi Pekan Suci: Membangun Pelayanan yang Tertata dan Penuh Makna di Kuasi Paroki Pemo

Bagikan ke yang Lain

Ende Pemo – Mervin Pemo |Dalam semangat mempersiapkan perayaan iman yang lebih tertata dan bermakna, Seksi Liturgi Kuasi Paroki Kuasi Paroki St. Yohanes Maria Vianney Pemo menggelar konsolidasi internal bersama para pengurus Seksi Liturgi dari stasi dan lingkungan.

Pertemuan ini bertujuan untuk menyusun pembagian tanggung jawab pelayanan liturgi selama masa Pekan Suci tahun 2026.Kegiatan konsolidasi dilaksanakan di dua titik pertemuan, yakni di pusat paroki dan di wilayah stasi.

Salah satu pertemuan penting berlangsung di Stasi St. Matius Wologai pada Minggu, 1 Maret 2026, bertempat di rumah pastoran stasi.

Ketua Stasi Siprianus Pani menyambut baik kegiatan tersebut dan menyatakan kesiapan stasi untuk menjadi tuan rumah.Ia menegaskan bahwa pertemuan ini penting untuk memperkuat koordinasi pelayanan liturgi di tingkat stasi dan lingkungan, khususnya dalam mempersiapkan rangkaian perayaan Pekan Suci.

Dalam pertemuan tersebut, para peserta tidak hanya membahas pembagian jadwal tanggung jawab liturgi selama Pekan Suci, tetapi juga mendapatkan penguatan pemahaman mengenai makna rohani dari setiap perayaan.

Penguatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas para pelayan liturgi dalam menjalankan karya pastoral Gereja di wilayah Kuasi Paroki Pemo.

Ketua Seksi Liturgi Kuasi Paroki, Emilia Lince dalam arahannya menegaskan bahwa setiap perayaan yang telah dibagi kepada masing-masing stasi perlu dipersiapkan dengan sungguh-sungguh.

Menurutnya, liturgi bukan sekadar menjalankan tugas yang diberikan, tetapi merupakan pelayanan iman yang harus dilaksanakan dengan tanggung jawab dan kesadaran akan makna ajaran Gereja Katolik.

Ia juga mengajak seluruh pelayan liturgi untuk menghadirkan unsur seni dalam setiap perayaan liturgi, baik melalui pengolahan lagu-lagu liturgi, tata musik, maupun penghayatan simbol-simbol liturgi, sehingga perayaan iman dapat berlangsung dengan lebih hidup, khidmat, dan menyentuh hati umat.

Ia juga mengajak seluruh pelayan liturgi untuk menghadirkan unsur seni dalam setiap perayaan liturgi, baik melalui pengolahan lagu-lagu liturgi, tata musik, maupun penghayatan simbol-simbol liturgi, sehingga perayaan iman dapat berlangsung dengan lebih hidup, khidmat, dan menyentuh hati umat.

“Pelayanan liturgi tidak hanya tentang memenuhi tanggung jawab yang diberikan, tetapi bagaimana kita membantu umat mengalami perjumpaan yang lebih mendalam dengan Tuhan melalui perayaan Gereja,” ungkapnya.

Pada titik pertemuan di Stasi Wologai, beberapa stasi turut terlibat, yaitu Stasi St. Matius Wologai, Stasi Boafeo, dan Stasi Mbani.

Hadir pula para pengurus Seksi Liturgi stasi, para pelatih liturgi, serta para pemain musik gereja yang selama ini aktif terlibat dalam pelayanan perayaan.

Melalui konsolidasi ini, diharapkan seluruh petugas liturgi dapat bekerja secara lebih terkoordinasi, saling belajar, dan saling mendukung dalam menjalankan pelayanan.

Dengan persiapan yang matang dan kerja sama yang baik, perayaan Pekan Suci di Kuasi Paroki Pemo diharapkan dapat berlangsung dengan lebih khidmat, tertata, dan membawa umat semakin mendalami misteri iman yang dirayakan.

Oleh: Jhuan Mari

St.Yohanes Maria Vianney Pemo

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *