

Ende Mbani,Stasi St. Petrus Mbani menggelar pembekalan bagi anak-anak calon baptis pada Minggu, 9 Februari 2025. Kegiatan ini berlangsung di Kapela Stasi Mbani dan dihadiri oleh para orang tua calon baptis serta masyarakat setempat.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Stasi Mbani, Valentinus Do’a. Dalam berbagai hal, ia menegaskan bahwa pembekalan merupakan bagian dari program paroki yang wajib diikuti sebelum anak menerima Sakramen Pembaptisan. Ia juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab orang tua dalam mempersiapkan iman anak.
“Orang tua harus mendaftarkan anak untuk dibaptis serta melengkapi seluruh dokumen administrasi yang diperlukan. Kehadiran kedua orang tua dalam pembekalan ini wajib, agar mereka sungguh-sungguh memegang tugas dan tanggung jawab sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak-anak,” tegas Valentinus Do’a.
Materi pembekalan dibawakan oleh Hendrikus Duki dengan tema “Pendidikan Nilai dalam Keluarga.” Ia menjelaskan bahwa keluarga adalah Gereja kecil,tempat anak pertama kali belajar mengenal kasih Tuhan.
Menurutnya, ajaran Katolik menempatkan orang tua sebagai pendidik iman yang utama. Anak-anak perlu dibimbing untuk hidup dalam nilai kasih, kejujuran, pengampunan, kerendahan hati, serta semangat mengabdi. Selain itu, kebiasaan berdoa dalam keluarga, membaca Kitab Suci, dan mengikuti Ekaristi menjadi fondasi penting agar iman anak terus bertumbuh.
Ia juga mengutip Kitab Suci dari Ulangan 6:7, “Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu,” sebagai penegasan bahwa pendidikan iman memang menjadi tanggung jawab orang tua. Selain itu, Efesus 6:4 mengingatkan, “Didiklah mereka di dalam ajaran dan nasehat Tuhan.”
Melalui pembekalan ini diharapkan para orang tua semakin sadar bahwa baptisan bukan sekedar upacara, tetapi awal dari perjalanan hidup memberi seorang anak. Setelah menerima baptisan, anak diharapkan mampu bertumbuh menjadi pribadi yang menghadirkan nilai-nilai Kristiani dalam keluarga, Gereja, dan masyarakat.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh perhatian. Umat berharap pembekalan seperti ini terus dilaksanakan agar membantu keluarga mempersiapkan anak menerima sakramen secara lebih mendalam dan bermakna.
Oleh : Yanto Komsos Mbani
