Ende, Mbani – Umat Stasi St. Matius Wologai dan Stasi St. Petrus Mbani bergabung dalam Perayaan Natal bersama yang berlangsung pada 25 Desember 2025. Perayaan Ekaristi ini menjadi momen iman bagi umat untuk mengenang kelahiran Yesus Kristus, Sang Juruselamat, yang telah berinkarnasi menjadi manusia demi penebusan dosa umat manusia.
Perayaan Misa Natal dilaksanakan di Gereja Stasi St. Petrus Mbani dan dipimpin oleh RD. Ferdinandus Nay Ngebu. Misa berlangsung dalam suasana khidmat, penuh sukacita, serta menjadi sarana mempererat kebersamaan dan keakraban antarumat dari kedua stasi.
Natal tahun 2025 membawa pesan pastoral penting bagi umat di wilayah Keuskupan Agung Ende, khususnya tentang Gereja yang ramah anak, kepedulian terhadap ibu hamil, serta ajakan untuk menjaga dan merawat alam ciptaan. Pesan-pesan ini menjadi bukti nyata bahwa iman Katolik tidak hanya dirayakan secara liturgis, tetapi juga dihidupi dalam kehidupan sehari-hari sesuai ajaran Kristus.




Dalam homilinya, RD. Ferdinandus Nay Ngebu menegaskan bahwa Sabda Allah telah menjadi manusia, sebuah rahmat besar yang patut disyukuri dan dihayati. Ia mengingatkan umat bahwa Natal tidak cukup dirayakan secara seremonial, melainkan harus diwujudkan dalam sikap hidup konkret, antara lain:
Pertama,Kerendahan hati, sebab Natal hadir bagi orang-orang yang rendah hati, tidak sombong, dan siap mengampuni sesama.
Kedua, Solidaritas kepada sesama, dengan menumbuhkan kepedulian dan kasih terhadap setiap orang.
Ketiga,Cinta dalam keluarga, karena Yesus dilahirkan di tengah keluarga untuk menegaskan bahwa keluarga adalah tempat utama menumbuhkan iman dan kasih.
Ke Empat, Panggilan untuk mengenal dan mengikuti Kristus, meskipun Ia datang dan sering tidak dikenali, namun semua orang diajak untuk sungguh-sungguh mengikuti-Nya.
Perayaan Natal bersama kedua stasi ini juga menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan, saling mengunjungi antar keluarga, serta berbagi kasih, sukacita, dan damai Kristus. Melalui kebersamaan ini, umat diajak untuk semakin mengenal satu sama lain dan membangun Gereja sebagai persekutuan kasih.
Perayaan Natal bersama ini diharapkan mampu meneguhkan iman umat serta mendorong kehidupan menggereja yang lebih inklusif, peduli, dan berlandaskan kasih Kristus.
Ditulis oleh: JFM
